Tips Memperoleh Dan Mengolah Daging Qurban lebih Sehat

Daging adalah  bahan pangan yang diperoleh dari hasil penyembelihan hewan-hewan ternak . Hewan-hewan yang khusus diternakkan sebagai penghasil daging adalah berbagai spesies mamalia seperti sapi, kerbau, kambing domba dan lain lain. Daging memang menjadi makanan yang khas pada saat perayaan Hari Raya Idul Adha.  Daging merupakan sumber protein berkualitas tinggi namun metode penyembelihan dan pengolahan yang berbeda dapat mempengaruhi kualitas dan kesehatan daging.

Untuk memperoleh daging yang berkualitas baik, faktor-faktor yang harus diperhatikan pada waktu penyembelihan hewan adalah sebagai berikut :
a. Permukaan kulit hewan harus dalam keadaan bersih
b. Hewan harus dalam kondisi prima, tidak lelah, tidak kelaparan dan tenang
c. Pengeluaran darah harus berlangsung dengan cepat dan sempurna
d. Perlakuan-perlakuan yang menyebabkan terjadinya memar dan luka pada jaringan otot harus dihindari
e. Kontaminasi dengan mikroorganisme harus dihindari dengan menggunakan alat-alat yang bersih.

Berikut ini beberapa tips mengolah daging Qurban yang menyehatkan:

1. Segera Olah Daging Selagi Masih Segar.

Sebaiknya Daging segera diolah dan tidak membiarkan pada suhu ruangan terlalu lama sehingga lebih higienis. Penyimpanan dalam chiller kulkas maximal 3 hari.

2. Menambahkan Jeruk Nipis pada daging kambing

Daging kambing kurban biasanya mengeluarkan aroma lebus yang bisa mempengaruhi rasa masakan. Bau ini bisa disamarkan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan menambahkan  air perasan jeruk nipis atau lemon.
dan memramnya selama beberapa menit.

3.Masak secara perlahan

Memasak daging secara perlahan sering kali kita gunakan dalam proses memasak sehari hari, misalnya rendang dan semur.  Untuk mendapatkan hasi daging yang empuk, daging dapat dimasak secara perlahan dengan api sedang. Untuk volume dapat disesuakan dengan menu daging yang akan kita masak. Penambahan garam sebaiknya diberikan setelah daging cukup empuk karena garam dapat memperlambat daging menjadi empuk. Untuk mengurangi waktu pemasakan, daging bisa dipotong kecil-kecil agar lebih cepat matang.

4. Memasak dengan suhu yang tidak terlalui tinggi 

Memasak daging dengan suhu yang terlalu tinggi dapat merusak kandungan gizinya, cara memasak daging yang paling baik adalah dengan merebus atau mengukusnya. Untuk menghilangkan aroma khas kambing, Anda bisa meremas-remas potongan timun ke daging.Usahakan menghindari penambahan santan agar kandungan kolesterol di dalamnya tidak bertambah. suhu yang baik berkisar  80 hingga 120 derajat celcius . Suhu yang sesuai  meminimalkan pembentukan senyawa yang berpotensi berbahaya.

5. Jangan gunakan arang panas saat memanggang daging.

Daging yang dipanggang di atas arang bertemperatur tinggi berisiko menjadi karsinogenik, sehingga berpotensi menyebabkan kanker. Sebaiknya gunakan kompor atau oven untuk memanggang daging.

6.Memasak dengan tekanan (Panci Presto Pressure cooker )

Memasak daging dengan panci tutupnya tertutup dan katup pengaman yang mengontrol tekanan uap menumpuk di dalamnya. sering kali disebut dengan panci presto. Keuntungan utama memasak metode ini adalah secara signifikan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk memasak daging . Memasak dengan tekanan menyebabkan oksidasi kolesterol lebih sedikit daripada beberapa metode memasak lainnya, memberikan rasa dan kelembutan pada daging, serta meminimalisir kehilangan vitamin.

review by Humas PIM :
TEKNOLOGI PRAKTIS PENGOLAHAN DAGING , eBookPangan ,2009 
berbagai sumber lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *