Mengenal Kecombrang Dengan Aneka Manfaat

Kecombrang (Etlingera elatior) merupakan salah satu jenis tanaman rempahrempah asli Indonesia yang termasuk dalam famili Zingiberaceae. Tanaman kecombrang merupakan tanaman tahunan yang berbentuk semak dengan tinggi 1- 3 m. Tanaman ini mempunyai batang semu, tegak, berpelepah, membentuk rimpang, dan berwarna hijau. Daunnya tunggal, lanset, ujung dan pangkal runcing tetapi rata, panjang daun sekitar 20-30 cm dan lebar 5-15 cm, pertulangan daun menyirip dan berwarna hijau. Bunga kecombrang merupakan bunga majemuk yang berbentuk bongkol dengan panjang tangkai 40-80 cm. Panjang benang sari ± 7,5 cm dan berwarna kuning. Putiknya kecil dan putih. Mahkota bunganya bertaju, berbulu jarang dan warnanya merah jambu. Biji kecombrang berbentuk kotak atau bulat telur dengan warna putih atau merah jambu. Buahnya kecil dan berwarna coklat. Akarnya berbentuk serabut dan berwarna kuning gelap .

Pada dasarnya, yang disebut dengan bunga kecombrang adalah suatu karangan bunga yang terdiri atas bagian bunga, daun pelindung, daun gagang, daun gantilan, kelopak, mahkota, putik, dan buah. Bunga kecombrang adalah bunga majemuk yang terdiri atas bunga-bunga kecil di dalam karangan bunga dan muncul pada saat bunga sudah tua.

Morfologi Kecombrang (Etlingera elatior)

Morfologi tanaman kecombrang (Etlingera elatior) terdiri dari :

a.Batang

Tanaman kecombrang (E. elatior) mempunyai batang berbentuk semu bulat gilig membesar di pangkalnya tumbuh tegak dan banyak. Batang saling berdekat-dekatan membentuk rumpun jarang keluar dari rimpang yang menjalar di bawah tanah. Rimpangnya tebal berwarna krem kemerah-jambuan ketika masih muda

b.Akar

Tanaman kecombrang (E. elatior) mempunyai akar berbentuk serabut dan berwarna kuning gelap.

c.Daun

Tanaman kecombrang (E. elatior) mempunyai daun 15-30 helai tersusun dalam dua baris berseling, di batang semu helaian daun berbentuk jorong lonjong dengan ukuran 20-90 cm × 10-20 cm dengan pangkal membulat atau bentuk jantung, tepinya bergelombang dan ujung meruncing pendek gundul namun dengan bintik-bintik halus dan rapat berwarna hijau mengkilap sering dengan sisi bawah yang keunguan ketika muda.

 

d.Bunga

Tanaman kecombrang (E. elatior) mempunyai bunga dalam karangan berbentuk gasing bertangkai panjang dengan ukuran 0,5-2,5 m × 1,5-2,5 cm, dengan daun pelindung bentuk jorong 7-18 cm × 1-7 cm berwarna merah jambu hingga merah terang berdaging, ketika bunga mekar maka bunga tersebut akan melengkung dan membalik. Kelopak berbentuk tabung dengan panjang 3-3,5 cm bertajuk 3 dan terbelah. Mahkota berbentuk tabung berwarna merah jambu berukuran 4 cm. Labellum serupa sudip dengan panjang sekitar 4 cm berwarna merah terang dengan tepian putih atau kuning.

e.Buah

Tanaman kecombrang (E. elatior) mempunyai buah berjejalan dalam bongkol hampir bulat berdiameter 10-20 cm, masing-masing butir besarnya 2-2,5 cm, berambut halus dan pendek di bagian luar, berwarna hijau dan ketika masak warnanya menjadi merah.

f.Biji

Tanaman kecombrang (E. elatior) mempunyai biji dalam jumlah banyak berwarna coklat kehitaman dan diselubungi salut biji (Arilus) berwarna putih bening atau kemerahan yang berasa asam.

Penyebaran dan Habitat Kecombrang (Etlingera elatior) Etlingera elatior dikenal sebagai ‘jahe obor’ atau ‘jahe merah’ yang termasuk dalam family Zingiberaceae dan merupakan tumbuhan herba yang tumbuh hampir di seluruh daratan Asia Tenggara . Kecombrang umumnya tumbuh di daratan rendah daerah tropika basah dan dapat ditemukan pada ketinggian sampai 2700 mdpl. Genus Etlingera dapat tumbuh di tanah alvisol dengan solum dalam, memiliki bahan organik yang cukup dan di daerahh yang cukup lembab.

Famili Zingiberaceae biasanya hidup berkoloni atau berumpun dengan perawakan yang sangat besar begitu juga dengan kecombrang yang merupakan tanaman herba yang tumbuh berkoloni. Tinggi tanaman kecombrang dapat mencapai kurang dari 10 m, di Indonesia biasanya mencapai 4-5 m. Beberapa kecombrang memiliki akar panggung yang merupakan akar adventif ,  tumbuh secara lateral dan berada di bawah rimpang. Rhizome yang biasa disebut rimpang berbentuk membulat seperti talas, lunak dan berdaging . Akarnya  kuat dan merambat juga menyebabkan kecombrang sering dijumpai di tanah-tanah yang curam.

Manfaat Kecombrang

  1. Bahan campuran atau bumbu penyedap berbagai macam masakan di Nusantara.
  2. Dapat dimanfaatkan sebagai sabun dengan dua cara yaitu menggosokkan langsung batang semu kecombrang ke tubuh dan wajah atau dengan mememarkan pelepah daun kecombrang hingga keluar busa harum yang dapat langsung digunakansebagai sabun.
  3. Sebagai obat untuk penyakit kulit, termasuk campak.
  4. Bahan Anyaman . Dari rimpangnya, diperoleh bahan pewarna kuning. Pelepah daun yang menyatu menjadi batang semu
    dimanfaatkan sebagai bahan anyaman yang diolah melalui pengeringan dan perendaman beberapa kali selama beberapa hari. Batang semu juga merupakan bahan dasar kertas yang cukup baik.
  5. Kecombrang bermanfaat sebagai antimikroba. Antimikroba adalah bahan yang bisa mencegah pertumbuhan bakteri, kapang dan khamir pada makanan.

Khasiat lain dari kecombrang adalah sebagai deodorant alami, memperbanyak ASI, dan pembersih darah. Di beberapa kalangan masyarakat, kecombrang dipercaya sebagai penetral kolesterol. Bunganya berkhasiat sebagai obat penghilang bau badan, memperbanyak air susu ibu dan pembersih darah, untuk obat penghilang bau badan dipakai ± 100 gr bunga segar, dicuci dan dikukus sampai matang dan dimakan sebagai sayuran.

HUMAS PIM by:
- HELTIMALA TURNIP, 2019. KAJIAN MANFAAT TANAMAN AGROFORESTRI KECOMBRANG (Etlingera elatior) SEBAGAI OBAT . FAK.Kehutanan USU.
- Yeats H. 2015. The History and Cultivation of Etlingera The Torch Gingers at The Royal Botanic Garden Edinburgh. The Jurnal of Botanical Garden Horticulture.(11):71-85.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *