Jangan Salah Pilih Kampus Farmasi. Pilih AKAFARMA dan AKFAR PIM

Marak berdiri kampus D3 Farmasi, rawan dampak negatif untuk para lulusannya. Bukan sekarang, tapi saat melamar ke institusi pemerintah atau kenaikan pangkat. Akreditasi kampus jadi penyebabnya.

Masalah ini diungkapkan Direktur Akademi Farmasi Putra Indonesia Malang (PIM), Dr. Apt. Bilal Subchan Agus Santoso, M. Farm kepada newmalangpos.id. “Jangan salah pilih institusi pendidikan farmasi,” katanya.

Menurut pria itu, salah pilih institusi pendidikan farmasi akan berdampak pada kenaikan pangkat atau saat melamar sebagai aparat sipil negara (ASN). “Persoalan timbul di akreditasi institusi. Ini yang sering terjadi di BKD pemerintahan,” ungkapnya.

“Kalau akreditasi B, tidak ada masalah. Tapi kalau masih C atau belum ada akreditasi, jadi masalah,” tambah dia. Calon Direktur Poltekes PIM tersebut memaparkan, pendidikan D3 Farmasi, akan menghasilkan tenaga trampil teknis kefarmasian.

“Farmasi punya sertifikat kompetensi untuk melakukan pekerjaannya. Itu jadi aspek legalitas dari anak lulusan D3 Farmasi. Di sektor pemerintahan, pasti ada satu syarat yang menyebutkan akreditasi institusi harus B,” terang pria asal Malang itu.

“Nah, ini maksud saya jangan salah pilih bila ingin kuliah D3 Farmasi. Ada sembilan poin yang harus dipenuhi untuk meraih akreditasi B. Seperti administrasi, proses pembelajaran dan sebagainya. Dua akademi dibawah Yayasan PIM sudah berakreditasi B,” urainya.

Yakni Akademi Analis Farmasi dan Makanan (AKAFARMA) dan AKFAR. Seperti AKAFARMA yang didirikan tahun 1996, merupakan salah satu dari dua akademi di Jawa Timur yang ribuan lulusannya terserap di banyak dunia kerja. Utamanya sektor industri obat, makanan dan minuman, alat kesehatan serta kosmetik.

“Sangat disayangkan warga Malang tidak manfaatkan akademi ini untuk anak – anaknya,” terang alumnus Universitas Airlangga Surabaya itu. Kata pria kelahiran tahun 1967 ini, user dari perusahaan industri banyak yang sudah inden lulusan AKAFARMA dan AKFAR PIM, bahkan saat mahasiswa belum yudisium.

“Bagaimana bisa serapan lulusannya sampai 100 persen? Sebab, kita selalu update kebutuhan perusahaan industri melalui forum diskusi grup banyak perusahaan. Termasuk kebutuhan lulusan AKFAR PIM untuk puskesmas ataupun rumah sakit. Boleh akademi bermunculan tapi sangat disayangkan bila masyarakat salah pilih akademi farmasi untuk anaknya,” pungkas dia. (mar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
1
Hubungi kami via WhatsApp.
Powered by