Chlorella : Suplemen Mikroalga Sebagai Sumber Pangan Alternatif

Mikroalga merupakan mikroorganisme aquatik fotosintetik berukuran mikroskopik, yang dapat ditemukan di dalam air tawar dan air laut. Saat ini mikroalga atau yang lebih dikenal dengan phytoplankton sudah mulai diperkenalkan sebagai sumber pangan baru. Diantara jenis-jenis mikroalga yang potensial dan sudah cukup dikenal sebagai sumber pangan adalah Chlorella sp.

Chlorella sp. merupakan salah satu jenis mikroalgae yang dapat tumbuh di air tawar, payau dan asin dan memiliki kandungan gizi yang sangat baik. Dalam keadaan kering mengandung protein 55- 60%, tergantung pada sumbernya. Mikroalga ini juga kaya γ-linoleat (GLA), α-asam linoleat (ALA), asam linoleat (LA), asam stearidonat (SDA), asam eicosapentaeonic (EPA), asam dokosaheksanoat (DHA), dan asam arakidonat (AA). selain itu juga sebagai sumber vitamin (vitamin B1, B2, B3, B6, B9, B12, Vitamin C, Vitamin D dan Vitamin E) dan mineral (potasium, kalsium, krom, tembaga, besi, magnesium, manganese, fosfor, selenium, sodium, dan seng).

Pemanfaatan mikroalga sebagai bahan pangan dinilai efektif, karena selain sumber pangan alternatif juga kandungan zat gizi mikroalgae khususnya chlorella sangat baik bagi kesehatan. Mikroalgae ini kaya akan protein (60,5%), lemak (11%), karbohidrat (20,1%), air, serat makanan, vitamin dan mineral. Mikroalga ini mengandung pigmen (klorofil), tokoferol dan komponen aktif (antimikroba dan antioksidan). Hal inilah yang mendasari mikroalga sangat bermanfaat untuk dijadikan sumber bahan baku suplemen makanan kesehatan. Saat ini suplemen makanan kesehatan telah menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat untuk menjaga kesehatannya agar tetap prima. Metode yang digunakan dalam pembuatan suplemen makanan kesehatan bernutrisi tinggi adalah metode mikroenkapsulasi dengan formulasi berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi terbaik berdasarkan profil asam amino, asam lemak dan standar AAE per hari terutama asam lemak esensial oleat dan linoleat adalah formulasi chlorella 2%, minyak ikan 1% dan konsentrat protein ikan 1%.


Resume by NAN 
Kawaroe. 2010. Mikroalga Potensi dan pemanfaatannya untuk Produksi Bio Bahan Bakar.
Bandung. ITB.
Budiyanto, M.A.K. 2002. Mikrobiologi Terapan. Malang

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *