6 Gejala Tak Biasa COVID-19, Benjol di Lidah hingga Cegukan

Jakarta –  Gejala COVID-19 yang paling umum terjadi adalah demam, batuk, sesak napas, dan hilang indra penciuman atau perasa. Tetapi, para pakar mengungkap gejala lain yang lebih beragam.

Baru baru ini, para peneliti melakukan pemeriksaan pada 666 pasien COVID-19 dan menemukan ada gejala tak biasa yakni benjlan di lidah. Benjolan mirip jerawat ini berwarna merah atau putih.

Sebelumnya, para ilmuwan juga mendapati sejumlah pasien COVID-19 yang mengeluhkan sakit kepala. Keluhan ini dialami 9-21 persen pasien.

1. Benjolan di lidah

Dikutip dari The Sun, para peneliti melakukan pemeriksaan pada 666 pasien Corona dengan pneumonia ringan hingga sedang yang dirawat di salah satu rumah sakit di Madrid, Spanyol. Usia rata-rata pasien adalah 56 tahun dan lebih dari setengahnya berjenis kelamin wanita.

Hasilnya menunjukkan, sebanyak 26 persen pasien virus Corona mengalami ruam di dalam mulut, seperti benjolan di lidah berwarna merah atau putih. Beberapa pasien pun menggambarkan benjolan ini mirip dengan jerawat.

Terkait hal ini, para ahli dari King’s College London mengatakan, ruam kulit bisa menjadi salah satu tanda gejala baru COVID-19.

2. Perubahan kondisi kulit

Tanda baru yang juga perlu diwaspadai adalah perubahan kondisi kulit. Dikutip dari Express, kondisi benjolan gatal di kulit dilaporkan terjadi pada beberapa pasien Corona di Inggris.

Gejala di kulit ini tercatat pada COVID-19 Symptoms Study App. Kondisi ini menyebabkan kulit pasien Corona tampak seperti timbul benjolan merah dan kemungkinan besar terasa sangat gatal.

Kondisi kulit seperti ini berkembang di punggung tangan dan kaki, meskipun sebenarnya bisa berkembang di mana saja pada tubuh.

Para peneliti juga menemukan 8,8 persen orang yang dites positif Corona melalui swab, mengalami ruam di kulit seperti jenis cacar air sebagai bagian dari gejala mereka.

“Biang keringat atau ruam jenis cacar air bisa jadi tanda terinfeksi Corona. Area kecil, benjolan merah gatal yang dapat terjadi di mana saja di tubuh, tetapi terutama di siku dan lutut serta bagian belakang tangan dan kaki. Ruam tersebut dapat bertahan selama berhari-hari atau berminggu-minggu,” jelas para peneliti.

3. Sering sakit kepala

Thailand melaporkan adanya satu kasus baru virus Corona COVID-19 pada Selasa (31/8/2020). Pasien diketahui mengeluh sakit kepala, sebelum ia dinyatakan positif terinfeksi virus Corona COVID-19.

Dikutip laman Bangkok Post, pasien Corona baru tersebut adalah seorang perempuan asal Inggris yang berusia 29 tahun.

Dia mengeluhkan demam dan sakit kepala. Tes kedua yang dilakukan pada Kamis (27/8/2020) lalu menyimpulkan bahwa perempuan itu positif terinfeksi COVID-19.

Selain itu, laporan WHO dikutip dari Healthline, mengamati lebih dari 55 ribu kasus COVID-19 yang dikonfirmasi. Sebanyak 13,6 persen diantaranya mengeluh gejala COVID-19 sakit kepala.

Sementara laporan CDC terkait orang yang dirawat di RS dengan COVID-19 menemukan bahwa, sakit kepala dilaporkan sebanyak 9,6 hingga 21,3 persen, tergantung pada usia individu. Sakit kepala ditemukan sebagai gejala yang lebih umum pada orang di bawah usia 65 tahun.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa gejala tak biasa yang ditemukan pada pasien COVID-19.

Sumber : https://health.detik.com/

Foto : humaspoltekespim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *