Kenali Lebih Dekat, Aktivitas Kunyit untuk Kesehatan

Siapa yang tidak mengenal kunyit ?. Apalagi dalam kondisi pandemi COVID-19 seperti saat ini, semua mengenal kunyit. Curcuma longa atau lebih dikenal dengan nama kunyit, merupakan spesies rimpang dari genus Curcuma dan termasuk dalam family Zingiberaceae. Oleh karena manfaatnya begitu besar, semua kalangan mencoba mengenalkan kembali kunyit sebagai tanaman obat, tidak hanya untuk orang tua, tetapi juga kepada anak kecil.

Pada buku Studies in Natural Product Chemistry, dalam artikel Boskabady, et al. (2020), dijelaskan secara lengkap kandungan senyawa dalam rimpang kunyit, yaitu protein (6,3 %), lemak (5,1 %), mineral (3,5 %), karbohidrat (69,4 %), senyawa fenolik (diarilheptanoid, diarilpentanoid, asam vanilat, dan vanillin), minyak atsiri (5,8 %) (ar-turmeron, sabinene, cineol, borneol, zingiberene, α-phellandrene, sesquiterpen) dan kurkuminoid (3-4 %). Senyawa kurkuminoid dalam rimpang kunyit terdiri dari senyawa kurkumin, demetoksikurkumin, dan bisdemetoksikurkumin (Syarifah, et al., 2019). Dengan demikian, komponen utama dalam rimpang kunyit adalah senyawa fenolik, kurkuminoid, dan minyak atsiri.

Kurkumin merupakan salah satu senyawa yang berkontribusi dalam aktivitas farmakologi rimpang kunyit, yaitu membantu menghambat perkembangbiakan SARS-CoV-2 (Gupta, 2020). Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus (SARS-CoV-2) adalah virus penyebab sindrom pernapasan akut berat atau Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Ketika virus ini hinggap pada sel inang yang cocok, perkembangan virus ini sulit dikendalikan. Namun, sebagai manusia, kita harus bersyukur karena telah dibekali kemampuan untuk menghasilkan 100 juta jenis antibodi berbeda untuk melawan 100 juta jenis penyakit berbeda. Untuk menghasilkan antibodi tersebut, tubuh perlu waktu, sehingga dalam kondisi tersebut tubuh membutuhkan asupan gizi yang cukup. Nah, disinilah peran tanaman obat sebagai imunomodulator untuk membentuk sistem kekebalan tubuh yang baik. Berdasarkan penelitian Wen, et al. (2007), pengujian dilakukan secara in vitro dan dihasilkan bahwa kurkumin berperan dalam menghambat 3-chymotrypsin-like protease (3CLpro), yaitu protein yang berperan dalam perbanyakan virus. Sejalan dengan penelitian tersebut, berdasarkan penelitian Khaerunnisa, et al., (2020) yang dilakukan secara in silico, kurkumin dan demetoksikurkumin juga berperan dalam menghambat 3CLpro. Dengan adanya aktivitas penghambatan terhadap protein tersebut, maka siklus hidup virus akan terganggu dan peran kurkumin untuk membentuk sistem kekebalan tubuh dapat dikatakan efektif.

Selain kurkumin, rimpang kunyit juga banyak mengandung senyawa fenolik (Yang, et al., 2020). Terbukti dari penelitian yang dilakukan oleh Dwiyanti, dkk., (2019), minuman kunyit mempunyai kadar fenol tertinggi (0,26 %) dibandingkan dengan minuman rimpang kencur dan jahe. Oleh karena itu, minuman kunyit memiliki aktivitas antioksidan tertinggi (84,61 %) dibandingkan minuman rimpang kencur dan jahe. Aktivitas antioksidan tersebut disebabkan karena tingginya kandungan senyawa fenolik dan serat dalam rimpang kunyit. Salah satu efek antioksidan ini adalah kemampuannya dalam menghambat oksidasi LDL (low density lipoprotein), sehingga penyempitan pembuluh darah akibat penimbunan kolesterol jahat atau LDL dapat diatasi.

Dalam penelitian lain yang dilakukan oleh Destri, dkk. (2018), pemberian seduhan parutan rimpang kunyit mampu menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Hal ini disebabkan karena kunyit merupakan tanaman herbal yang banyak mengandung mineral kalium, dimana salah satu penyebab tekanan darah tinggi pada lansia adalah karena ketidakseimbangan kadar kalium dan natrium di dalam darah. Penderita hipertensi mengalami peningkatan kadar natrium dibandingkan kalium. Oleh karena itu, dengan pemberian seduhan parutan rimpang kunyit dapat membantu menstabilkan kadar kalium dan natrium. Kalium mempunyai efek dalam pompa Na-K, yaitu kalium dipompa dari cairan ekstraseluler ke dalam sel, dan natrium dipompa keluar kemudian disekresikan ke luar tubuh, sehingga kalium dapat menurunkan tekanan darah.

Besarnya manfaat yang dapat diperoleh dengan mengkonsumsi rimpang kunyit, sebaiknya juga tetap memperhatikan dosis konsumsinya. Dosis rimpang kunyit untuk manusia adalah 300-500 mg, 3 kali per hari. Dalam penelitian Aulia (2017), dilakukan uji pemberian ekstrak kurkumin 2 mg/200gBB terhadap nekrosis pada sel tubulus kontortus proksimalis ginjal tikus jantan. Dari penelitian tersebut disimpulkan bahwa pemberian ekstrak kurkumin mempunyai efek samping kerusakan terhadap histopalogi ginjal pada tubulus proksimal dan tubulus distalis lebih rendah dibandingkan pemberian natrium diklofenak 1 mg/200gBB. Oleh karena itu, dengan tetap memperhatikan dosis konsumsinya, maka kita dapat memperoleh manfaat rimpang kunyit.

Dalam hal pengolahan, rimpang kunyit dapat diolah menjadi minuman fungsional (berupa sirup dan serbuk instan kunyit) maupun pangan fungsional, yaitu kunyit dikombinasi dengan tanaman herbal lainnya (leather asam kunyit) (Wijayanti, dkk., 2016). Tidak hanya pada pangan fungsional, kunyit juga dimanfaatkan dalam bidang farmasi dengan berbagai bentuk sediaan, seperti krim dan lulur. Diversifikasi produk kunyit tersebut mempunyai peluang besar bagi usaha rumah tangga maupun industri kecil. Peluang tersebut juga menjadi dasar penelitian mahasiswa AKFAR untuk terus menggali potensi kunyit dalam bidang farmasi khususnya.

 

Nah, sudahkah mengkonsumsi rimpang kunyit hari ini ? Saya, sudah,,,

 

 

Artikel terkait :

 

Aulia, Daeng Agus Rizka Elok. (2017). Efek samping pemberian kurkumin-MSN terhadap gambaran histopatologi ginjal Rattus Norvegicus jantan sebagai uji toksisitas khusus. Program Studi S1. Fakultas Farmasi. Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Boskabady, Mohammad Hossein, Farzaneh Shakeri, and Farzaneh Naghdi. (2020). The effects of curcuma longa L. and its constituents in respiratory disorders and molecular mechanisms of their action. Studies in Natural Products Chemistry Books, Vol. 65, p. 239-269

Destri, Nentien, Sri Hayulita, dan Gustika Putri Cania. (2018). Pengaruh pemberian seduhan parutan kunyit terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Kelurahan Tarok Dipo wilayah kerja Puskesmas Guguak Panjang Kota Bukittinggi. Jurnal Ilmu Kesehatan ‘Afiyah, Vol 4, No. 1, p. 158-169.

Dwiyanti, Hidayah, Retno Setyawati, Siswantoro, Diah Krisnansari. (2019). Formulasi minuman fungsional tinggi antioksidan berbasis gula kelapa dengan variasi jenis dan konsentrasi ekstrak rimpang. Media Pertanian, Vol. 4, No. 2, p. 45-48

Gupta, H., M. Gupta, and S. Bhargava. (2020). Potential use of turmeric in COVID-19, Clinical and Experimental Dermatology, p.1-2

 

Oleh : Annisa Lailatusy Syarifah, M.Si.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *