Hati-hati, Konsumsi Vitamin Dosis Tinggi Bisa Berbahaya bagi Tubuh

KOMPAS.com – Banyak orang berburu suplemen vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh agar tak terserang penyakit. Padahal, kemampuan tubuh melawan infeksi virus atau bakteri tak cuma bergantung pada nutrisi dari vitamin dan mineral. Sistem daya tahan tubuh tergantung pada kondisi fisik, biokimia, dan kemampuan sel yang sehat untuk menangkal penyakit.

Bijak konsumsi suplemen vitamin Ada beberapa nutrisi penting untuk menunjang sistem daya tahan tubuh. Antara lain vitamin A, B6, B12, C, D, E, serta folat, seng, besi, tembaga, selenium, dan magnesium. “Semua sel yang sehat dalam tubuh membutuhkan nutrisi untuk membantu sistem daya tahan tubuh,” kata ahli gizi Maya Feller, seperti dilansir Good Morning America. Orang yang sehat umumnya dapat memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral dari makanan bergizi seimbang dan lengkap. “Nutrisi dari sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan protein tanpa lemak sudah cukup untuk menjaga kesehatan yang optimal,” kata Feller. Menurut Feller, konsumsi suplemen atau vitamin dosis tinggi tidak diperlukan apabila tubuh sudah diberi asupan bergizi lengkap dan seimbang. Akan tetapi, suplemen atau vitamin tertentu dibutuhkan orang lansia, pemilik masalah kesehatan, ibu hamil, perokok, orang yang kurang tidur, pelaku diet ketat. Baca juga: 5 Buah untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh Bahaya kelebihan vitamin bagi tubuh Konsumsi suplemen atau vitamin dosis tinggi bisa berdampak negatif bagi kesehatan dalam jangka panjang. Vitamin yang larut dalam air seperti vitamin C, B1, B2, B3, B5, B6, B7, B9 (folat), dan B12, bisa diserap tubuh dan sisanya dikeluarkan dalam bentuk urin. Ada juga jenis vitamin larut dalam lemak dan mudah tersimpan dalam jaringan tubuh seperti vitamin A, D, E, dan K.

Apabila vitamin di atas dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang, dampaknya bisa beragam. Seperti: Vitamin C: konsumsi lebih dari 2.000 miligram per hari bisa menyebabkan diare, mual, kram, muntah, migrain. Bagi orang yang memiliki gangguan penyerapan zat besi (hemochromatosis), dampaknya bisa mengganggu jantung. Vitamin B3: konsumsi lebih dari satu gram per hari bisa menyebabkan tekanan darah naik, sakit perut, gangguan penglihatan, dan kerusakan hati. Vitamin B6: konsumsi dosis lebih dari 100 miligram per hari menyebabkan kerusakan saraf permanen. Dampak konsumsi lebih dari 1,3 miligram per hari membuat mual, muntah, sensitif cahaya, dan lesi kulit. Konsumsi lebih dari 2 gram per hari dapat menyebabkan kerusakan hati. Vitamin B9: Konsumsi asam folat lebih dari 1.000 mcg per hari dapat memengaruhi kesehatan mentai, berdampak negatif pada sistem kekebalan tubuh, dan menghambat penyebaran vitamin B-12. Vitamin A: konsumsi lebih dari 3.000 mcg per hari dapat menyebabkan gejala keracunan dari mual sampai koma. Vitamin D: konsumsi lebih dari 4.000 IU per gari bisa bikin berat badan anjlok, tidak nafsu makan, detak jantung tidak teratur, sampai merusak organ vital. Vitamin E: konsumsi lebih dari 1.000 mg per hari dapat mengganggu pembekuan darah sampai memicu stroke. Selain itu, konsumsi vitamin dosis tinggi tertentu juga dapat kontra atau bereaksi dengan obat-obatan tertentu.

Cara aman mengonsumsi vitamin Agar tidak berlebihan, cara terbaik untuk memenuhi nutrisi yang diperlukan tubuh adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang. Memang, sebagian besar petunjuk di kemasan suplemen atau vitamin sudah mencantumkan kebutuhan harian vitamin yang ideal bagi kebanyakan orang. Akan tetapi, Anda tetap perlu mengonsultasikan ke dokter kebutuhan vitamin sesuai kondisi kesehatan Anda. Tujuannya, untuk memastikan agar tambahan vitamin sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.(Karin)

Sumber Referensi : https://health.kompas.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *